WEB SCIENCE
Web Science merupakan website yang berisi tentang artikel-artikel yang
berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau dalam bahasa inggris itu
science. Web science juga berarti cara-cara atau metode-metode yang
digunakan dalam membuat website yang baik.
Jadi Web Science adalah bagian dari Web, bisa dibilang Web Science adalah anak dari Web itu atau perkembangan dari web itu sendiri. Jadi untuk mengerti apa itu web salah satunya dengan memastikan manfaat sosialnya, yang kita butuhkan adalah sebuah disiplin ilmu pengetahuan baru yang disebut Web Science.
Web Science juga merupakan kajian sains dari Web yang lahir dari desentralisasi sistem Informasi. Pada Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi. Sangat disadari bahwa World Wide Web adalah teknologi yang baru berusia beberapa tahun, di sisi lain Web adalah bukan dunia yang statis tetapi super dinamis. Mengacu kepada kondisi ini, maka kajian pada Web Science akan melibatkan multi disiplin.
Jadi Web Science adalah bagian dari Web, bisa dibilang Web Science adalah anak dari Web itu atau perkembangan dari web itu sendiri. Jadi untuk mengerti apa itu web salah satunya dengan memastikan manfaat sosialnya, yang kita butuhkan adalah sebuah disiplin ilmu pengetahuan baru yang disebut Web Science.
Web Science juga merupakan kajian sains dari Web yang lahir dari desentralisasi sistem Informasi. Pada Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi. Sangat disadari bahwa World Wide Web adalah teknologi yang baru berusia beberapa tahun, di sisi lain Web adalah bukan dunia yang statis tetapi super dinamis. Mengacu kepada kondisi ini, maka kajian pada Web Science akan melibatkan multi disiplin.
Pada
ledakan informasi di Internet, search engine merupakan salah satu
kill-application yang penting. Ini menjadi dorongan utama lahirnya
search engine Mbah Google. Walaupun Google telah memiliki koleksi data
yang menakjubkan, tetap saja masih ada kelemahan utama, yaitu kalau kita
mencari sesuatu, maka yang sesuai dengan yang kita inginkan masih di
bawah 5% dibandingkan koleksi yang ditampilkan dari pencarian Google.
Ledakan informasi tersebut membawa pergeseran teknologi dan pemanfaatan
Web semakin dominan. Secara luar biasa telah terjadi pergeseran Web 1.0
ke Web 3.0 sebagai berikut :
Web
1.0 yang sejak tahun 1992 mulai memperkenalkan beragam web browser,
serta mendorong pertumbuhan pemanfaatan Web sebagai penyedia informasi.
Pada tingkat ini web masih bersifat read only.
Web
2.0 mulai menjadi trend pada tahun 1997, ini memperkaya sifat yang read
only menjadi read write. Aplikasi berbasis Web semakin banyak
diterapkan. Web dan sosial dimulai dengan lahirnya berbagai sarana
seperti wikipedia, blog, friendster.
Web
3.0 merupakan rancangan untuk memperkaya Web 2.0, dimana pada Web 2.0
baru memperhatikan pertukaran data antara manusia, pada Web 3.0
pertukaran data antar manusia-mesin, mesin-mesin dan manusia-manusia
disempurnakan.
Berbagai
riset yang komprehensif mempertanyakan bagaimana relasi Web dan relasi
terhadap multi disiplin. Riset ini mendorong lahirnya paradigma Web
Science. Web Science adalah sebuah ilmu dari desentralisasi sistem
informasi. Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus
pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi. Sangat
disadari bahwa World Wide Web adalah teknologi yang berusia baru
beberapa tahun, di sisi lain Web adalah bukan dunia yang statis tetapi
super dinamis. Berbagai riset pada Web Science [Berners-Lee,2006] banyak
menekankan pada :
· trend perkembangan Web
· tantangan dalam pengembangan Web
· mendukung untuk ubiquity, mobility, new media dan meningkatnya jumlah data yang tersedia secara online
· pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi
· mengidentifikasikan varian dari penelitian Web
Secara
ringkas Bernes-Lee mengatakan Web Science merupakan kajian sains dari
Web. Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar
adalah bagaimana keilmuan ini melakukan metodologi. Bagaimana peneliti
atau engineer melakukan pendekatan terhadap Web untuk pemahaman dan
relasinya dengan domain sosial secara luas dan inovasi apa yang dapat
dilakukan. Berbagai penelitian yang berlangsung saat ini melakukan
pengembangan pada metodologi pemetaan (mapping) dan graph pada struktur
Web dengan sampling sebagai kunci utamanya [Leung, 2001]. Sebagai contoh
laporan riset [Fetterly, 2004] menyatakan bahwa 27% dari web di Jerman
(.de) melakukan perubahan setiap minggu. Model lain adalah metodologi
model analisis yang mengkombinasikan data empiris yang digunakan untuk
melakukan determinasi probabilitas. Metodologi pada Web Science akan
dipengaruhi oleh perekayasaan yang berlatar belakang industri maupun
peneliti akademisi. Sehingga akan mengkombinasikan sintesis dan
analisis. Mempertimbangkan perkembangan Web yang membawa ke sisi positif
(seperti Peer to Peer) ataupun ke arah negatif (seperti phishing).
Kontribusi terhadap pengembangan adalah tujuan utama dari Web Science.
Web
diawali dengan usaha untuk mendorong masyarakat dalam bertukar dokumen
atau data. Karena web memungkinkan untuk distribusi dokumen menjadi
mudah, murah dan cepat. Ini menyebabkan web melakukan perubahan radikal
dalam kegiatan pertukaran dokumen. Semantic Web adalah sebuah usaha
untuk mengembangkan potensi web dengan memanfaatakan analogi
perkembangan kebiasaan masyarakat. Dengan kemampuan ini maka pertukaran
data menjadi lebih efektif pada komunitas yang lebih besar dan dapat
diproses secara otomatis ataupun manual. Saat ini Web sudah sangat baik
dalam menangani teks, musik dan gambar, tetapi data tidaklah mudah
digunakan pada skala Web [Hendler, 2005].
Semantic Web telah mengantar evolusi WWW ke tingkat pemanfaatan yang lebih baik. Ada dua visi dalam pengembangan web ke depan, yaitu pertama, membuat web semakin baik sebagai media kolaborasi, dan yang kedua, web semakin dapat dipahami oleh mesin. Hal ini dilakukan dengan memberikan anotasi data yang akan membuat informasi lebih dapat dipahami oleh mesin. Untuk mengembangkan Semantic Web [Berners-Lee, 1999] beberapa hal dibutuhkan seperti :
Semantic Web telah mengantar evolusi WWW ke tingkat pemanfaatan yang lebih baik. Ada dua visi dalam pengembangan web ke depan, yaitu pertama, membuat web semakin baik sebagai media kolaborasi, dan yang kedua, web semakin dapat dipahami oleh mesin. Hal ini dilakukan dengan memberikan anotasi data yang akan membuat informasi lebih dapat dipahami oleh mesin. Untuk mengembangkan Semantic Web [Berners-Lee, 1999] beberapa hal dibutuhkan seperti :
· Mengembangkan bahasa dan terminologi untuk mengekspresikan konsistensi dari semantik.
·
Mengembangkan tool dan arsitektur baru yang menggunakan bahasa dan
terminologi tersebut untuk mengakses, merubah dan integrasi informasi.
· Mengembangkan aplikasi yang memberikan sebuah tingkat pelayanan baru kepada pemakai dengan Semantic Web.
Dari
tulisan diatas kesimpulannya yaitu Kelahiran Web Science didorong oleh
pergerakan generasi Web dari Web 1.0 ke Web 3.0. Sejak diperkenalkan Web
pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee, perkembangan yang terjadi luar
biasa. Pada saat ini, kita berada pada pergerakan dari Web 2.0 ke arah
Web 3.0. Perbedaan utama dari setiap generasi adalah pada Web 1.0 masih
bersifat read-only, pada Web 2.0 bergerak ke arah read-write, sedangkan
pada Web 3.0 mengembangkan hubungan ‘manusia-manusia, manusia-mesin, dan
mesin-mesin’.
Pada
Web 2.0 kegiatan sosial sudah dimulai, dengan semakin popularnya
berbagai fasilitas seperti wikipedia, blog, friendster dan sebagainya.
Tetapi kendala utama pada Web 2.0 adalah penangan untuk pertukaran data
atau interoperabilitas masih sulit. Contoh sederhana, pada saat kita
mencari sebuah informasi di search engine popular seperti Google, hasil
pencarian yang sesuai dengan kebutuhan kita hanya 5% atau kurang dari
daftar yang ditemukan pada Google.
Web
3.0 mencoba menyempurnakan Web 2.0 dengan memberikan penekanan
penelitian pada Semantic Web, Ontology, Web Service, Social Software,
Folksonomies dan Peer-to-Peer. Penelitian tersebut sangat memperhatikan
‘budaya’ sebuah komunitas terhadap kebutuhan akan sebuah data atau
informasi.
Referensi:


0 comments:
Posting Komentar